Bersitegang dengan Cina, Presiden Filipina Kembali Tegaskan akan Pertahankan Wilayah

Jakarta, IDM – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan bahwa negaranya akan “dengan penuh tekad mempertahankan wilayah yang menjadi milik kita”, yang merujuk pada meningkatnya ketegangan dengan Cina terkait sengketa maritim.
Dilansir dari Reuters, Minggu (19/5), Marcos menegaskan, tindakan pihak lain yang tidak menghormati integritas wilayah Filipina akan dihadapi secara hukum. Menurutnya, hal itu sesuai dengan prinsip dan tanggung jawab sebagai masyarakat internasional.
Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur
“Melawan penyusup yang tidak menghormati integritas wilayah kami, kami akan mempertahankan wilayah kami dengan sekuat tenaga,” kata Marcos.
Meskipun ia tidak menyebut siapa penyusup yang dimaksud, tetapi Filipina dan Cina terus bersitegang di Laut Cina Selatan, termasuk penggunaan meriam air oleh kapal Cina yang mengakibatkan cedera personel dan kerusakan kapal Penjaga Pantai Filipina.
Baca Juga: Putin Sebut Rusia Bangun Zona Penyangga untuk Lindungi Diri dari Ukraina
Cina mengklaim hampir seluruh wilayah Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur perdagangan kapal senilai US$3 triliun per tahun. Klaim perairan tersebut juga tumpang tindih dengan beberapa negara lain. Sementara, berdasarkan keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional pada tahun 2016, klaim Cina itu tidak sah dan tidak sesuai dengan hukum laut internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































