INTERNASIONAL

Zelensky: Rusia Kehilangan Sekitar Satu Brigade Saat Mencoba Rebut Avdiivka

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Dok. X/Volodymyr Zelensky)

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa, pasukan Rusia telah kehilangan sekitar satu brigade pasukan karena mencoba maju merebut kota Avdiivka di Ukraina timur.

“Para penyerbu melakukan beberapa upaya untuk mengepung Avdiivka, namun setiap kali tentara kami menghentikan mereka dan memukul mundur mereka, menyebabkan kerugian yang banyak. Dalam kasus ini, musuh kehilangan setidaknya satu brigade,” kata Zelensky melansir President.gov.ua, Sabtu (28/10).

Brigade bervariasi dalam ukuran dan dapat berjumlah antara 1.500 hingga 8.000 tentara. Kerugian di medan perang tidak pernah diketahui pasti tetapi diyakini jumlahnya mencapai puluhan ribu di kedua pihak sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

Baca Juga: Cina: AS Tidak Berhak Mencampuri Masalah Klaim LCS dengan Filipina

Otoritas Ukraina mengatakan Rusia telah memperbarui upayanya untuk mengepung beberapa kota termasuk Avdiivka. Mereka disebut mencoba untuk merebut posisi Ukraina dengan serangan artileri dan gelombang pasukan maupun kendaraan tempur secara terus-menerus.

Para blogger militer Rusia telah melaporkan perebutan wilayah oleh pasukan Moskow di wilayah tersebut, sementara Ukraina menggambarkan situasinya sebagai situasi yang sangat sulit dan mengatakan bahwa Moskow mengerahkan sejumlah besar pasukan untuk melakukan serangan tersebut.

Serangan Rusia di Adviivka pun telah menjadi fokus sasaran di medan perang. Ukraina dilaporkan mengalami kemajuan yang lebih lambat dibanding ekspektasi karena luasnya parit dan ladang ranjau milik Rusia. Kendati demikian, Zelensky terus melaporkan kemajuan kecil di wilayah selatan.

Baca Juga: AS Serang Markas Militan Iran di Suriah

Avdiivka, sekitar 25 km dari Donetsk yang diduduki Rusia, dikelilingi oleh wilayah yang dikuasai Rusia di utara, timur dan selatan, sehingga hanya menyisakan bagian baratnya bagi pasukan Ukraina untuk memasok dan mengevakuasi penduduk.

Kota itu juga menjadi salah satu titik perebutan sejak tahun 2014, ketika konflik pertama kali pecah antara Ukraina dan pasukan yang didukung Rusia. Vitaliy Barabash, kepala administrasi militer Avdiivka, mengatakan serangan baru-baru ini merupakan yang terbesar sejak hampir satu dekade lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.