Warga Perbatasan NTT Diminta Serahkan Senjata, Takut Digunakan untuk Perang Adat

Jakarta, IDM – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes meminta warga NTT di perbatasan RI-RDTL agar menyerahkan senjata yang masih disimpan bekas perang dari tahun 1974 sampai 1999 di Timor-Timur.
Hal ini dikatakannya usai menerima satu unit senjata organik jenis M.16.A1 dengan nomor seri 9360557 yang masih aktif beserta amunisi dan magazine dari masyarakat saat upacara bendera 17-an di lapangan Makorem 161/Wira Sakti Kupang Jl. W.Z Lalamentik Oebufu Kota Kupang, Senin, (18/11).
Baca Juga: Sebanyak 450 Prajurit Iskandar Muda Aceh Dikirim ke Papua
Joao menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memegang senjata api agar segera menyerahkan kepada pihak yang berwajib yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) baik dari Babinsa, Danramil, Kodim atau Korem.
"Sehingga senjata tersebut, jangan sampai jatuh di tangan orang yang tidak bertanggung jawab," kata Joao.
Menurutnya berdasarkan informasi bahwa saat ini masih banyak senjata-senjata yang disimpan oleh masyarakat sipil di wilayah NTT.
"Sekali lagi saya menghimbau agar segera di kembalikan, dan saya akan menjamin keamanan. Tidak mungkin saya mencelakakan saudara. Ini alat negara dan harus di kembalikan. Bulan lalu saya dapat 1 pucuk M.16.A 1 dengan seratus sekian butir peluru, hari ini satu pucuk lagi senjata M16 A.1, 2 magazen, 1 utas tali sandang dan 39 imunisi," jelas Joao.
Baca Juga: Papua Nugini Jadi Tujuan Akhir KRI Wahidin di Pasifik Selatan
Ia menjelaskan bahwa sumber senjata ini ketika terjadi perang dari tahun 1974 sampai 1999 di Timor-Timur. Menurutnya selama bertugas sudah menerima kurang lebih 200 senjata.
"Namanya perang ada anggota kita yang gugur dan dirampas oleh Fretelin. Senjata organik yang sudah di amankan sudah 2 pucuk, selama saya menjabat di sini, senjata rakitan 200 sekian. Kita khawatirkan pada saat mereka perang tanah dan perang suku pakai senjata. Kita harapkan kita ciptakan negara kita aman, damai, tentram," tutup Joao. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































