HANKAM

Wakil Kepala BRIN: TNI AL Harus Punya Senjata Nirawak untuk Deteksi Kapal Selam Nuklir

Amarullah Octavian
Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya (Purn) Amarullah Octavian di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (25/9). (Foto: Dok. YouTube TNI AL)

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya (Purn) Amarullah Octavian, mengatakan TNI AL harus memiliki senjata berteknologi nirawak (unmanned system) yang mampu mendeteksi kapal selam nuklir.

Hal itu merujuk pada rencana Australia dalam membangun kapal selam nuklir dengan bantuan Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Pengembangan kapal selam nuklir itu merupakan proyek aliansi keamanan bersama Australia, Inggris, dan AS (AUKUS).

Baca Juga: Urgensi TNI AL Bangun Kemampuan Tempur untuk Hadapi Peperangan Berbasis Teknologi Otonom

Adapun Indonesia terus memantau perkembangan pekerjaan negara tetangganya di selatan itu.

"Ketika tetangga (ibaratnya) memelihara hewan yang membahayakan, kita pasti waspada dan ambil ancang-ancang. Minimal sekarang (TNI AL) punya (senjata berteknologi) unmanned system yang bisa mendeteksi kapal selam nuklir itu lewat," ucap Amarullah dalam acara diskusi di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (25/9).

Menurutnya, senjata berteknologi unmanned system tidak selalu digunakan untuk serangan luar atau permukaan, tapi juga penting berfungsi sebagai sistem deteksi dini.

"Unmanned system tidak hanya untuk digerakan keluar, tapi juga untuk detector, baik di permukaan dan dasar laut. Ini yang harus dimanfaaatkan TNI AL. Unmanned system mampu mendeteksi, kita bisa melumpuhkan kapal selam (nuklir) itu," jelas Amarullah.

Baca Juga: Gerak Cepat TNI dan Kemlu Soal Situasi di Lebanon dan Pemulangan WNI

Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali juga menekankan TNI AL harus "melek" dengan perkembangan senjata unmanned system agar mampu menghadapi metode peperangan modern, yakni penggunaan teknologi otonom (autonomous warfare).

"Metode peperangan ini mengacu pada penggunaan teknologi modern, seperti teknologi kapal atau pesawat tanpa awak (unmanned) dan Aritificial Inteligence (AI) yang dapat mempercepat reaksi terhadap ancaman," jelas Ali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.