Ukraina Klaim Rusia Menggunakan ‘Decoy Missiles’

Jakarta, IDM – Rusia telah mengubah taktik serangan udaranya untuk mengelabui pertahanan udara Ukraina dengan menggunakan decoy missiles atau rudal umpan yang tidak memiliki hulu ledak. Rudal umpan ini digunakan agar sistem pertahanan udara Ukraina terus menembak target palsu hingga menghabiskan sumber daya vital.
Dilansir dari AP, Sabtu (18/2), Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan bahwa rudal umpan seperti ini menjadi tantangan cukup besar bagi pertahanan udara Ukraina. Menurutnya, Rusia ingin membebani sistem anti rudal Ukraina agar mendapat kesempatan untuk menyerang fasilitas infrastruktur militer maupun energi.
“Rusia benar-benar mengubah taktik. Mereka ingin membebani sistem anti-rudal kami untuk mendapatkan kesempatan ekstra menyerang fasilitas infrastruktur,” ujarnya.
Selain rudal umpan, Rusia juga mulai menggunakan balon yang memiliki reflektor sudut untuk tujuan yang sama, yaitu mengelabui pertahanan udara Ukraina. Dalam konflik yang berlangsung hampir satu tahun ini, Podolyak menyatakan bahwa pertahanan udara Ukraina telah beradaptasi dan meningkatkan kapabilitas militernya untuk menghadapi tantangan tersebut.
Baca: Armenia Tawarkan Perjanjian Damai ke Azerbaijan
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa saat ini Ukraina membutuhkan rudal jarak jauh yang memungkinkannya menyerang konsentrasi pasukan Rusia yang berada jauh di belakang garis depan. Menurutnya, pasokan persenjataan yang dipercepat dari sekutu barat, akan berpengaruh besar untuk membantu mengakhiri perang yang telah berlarut-larut dan mengorbankan puluhan ribu jiwa. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































