Terdampak Konflik, Hampir 20.000 Orang Terlantar di Perbatasan Lebanon-Israel

Jakarta, IDM - Otoritas Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa hampir 20.000 orang terlantar di Lebanon Selatan dan di beberapa tempat lain sejak awal Oktober. Hal itu terjadi di tengah konflik yang meningkat di perbatasan Lebanon-Israel karena pecahnya perang Gaza.
Dilansir dari Reuters, Rabu (25/10), Organisasi Migrasi Internasional menyebut sekitar 19.646 orang telah dipindahkan ke dalam Lebanon sejak 8 Oktober, sehari setelah serangan Hamas yang langsung dibalas Israel.
Baca Juga: Usai Ambil Alih Wilayah Nagorno-Kabarakh, Azerbaijan Gelar Latihan Militer dengan Turki
Gerakan pengungsian itu sebagian besar dilakuran oleh mereka yang berupaya melarikan diri dari selatan Lebanon, sementara sebagian juga berpindah ke daerah lain. Pihak berwenang Israel juga mengklaim telah mengevakuasi beberapa kota dari bagian utara Israel.
Grup Hizbullah, militan yang berpusat di Lebanon, telah ikut membantu Hamas dengan meluncurkan serangan ke sepanjang sepanjang perbatasan Israel. Eskalasi ini menjadi yang terburuk sejak kedua belah pihak saling berkonflik pada tahun 2006.
"Banyak yang melarikan diri dari Lebanon Selatan dan pindah ke utara ke kota pantai Tirus, yang berjarak 18 km (11 mil) dari perbatasan," lapor Reuters.
Baca Juga: Korsel Klaim Tahan Kapal Berisi Warga Korut yang Diduga Membelot
Anggota parlemen Lebanon, Inaya Ezzeddine, seorang anggota parlemen dari Ban, menyebut keadaan saat ini semakin memperburuk krisis ekonomi nasional. Begitupun puluhan ribu keluarga, yang kekurangan kebutuhan sehari-hari.
“Perang ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang sangat besar dan masyarakat tidak mempunyai perbekalan. Sekitar 6.000 orang mengungsi di Kota Tyre dan tiga sekolah digunakan untuk menampung sebagian dari mereka,” kata Ezzeddine. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































