HANKAM

Tambah Kekuatan Pasukan, Tim Dalpur Denmatra 2 Kopasgat dan US AFSOC Gelar Infiltrasi Udara

Infiltrasi udara
Infiltrasi udara yang dilakukan oleh personel Kopasgat TNI AU dan US AFSOC dari pesawat Hercules dengan callsign Grim 71 milik US AFSOC dalam Latma Teak Spear Iron 2023. (Foto: Dok. @kopasgat_tniau)

Jakarta, IDM - Tim Pengendali Tempur (Dalpur) Denmatra 2 Kopasgat bekerja sama dengan personel US Air Force Special Operations Command (US AFSOC) melakukan infiltrasi udara di wilayah musuh.

Kegiatan ini menjadi bagian yang penting dalam sebuah operasi militer karena dapat mendukung pergerakan pasukan serta memperbesar kekuatan. Dengan demikian, penyerangan terhadap musuh dapat dilakukan secara lebih efektif. Infiltrasi udara kali ini dilakukan dengan mengerahkan pesawat Hercules dengan callsign Grim 71 milik US AFSOC.

Demikian skenario infiltrasi udara yang menjadi salah satu materi dalam Joint Combined Exercise Training (JCET) Teak Spear Iron 2023. Latihan bersama (Latma) ini diikuti oleh pasukan khusus angkatan udara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Kopasgat
Interaksi personel Kopasgat TNI AU dan US AFSOC sebelum melakukan infiltrasi udara. (Foto: Dok. @kopasgat_tniau)

Selain mengasah kemampuan dalam melakukan infiltrasi udara, pada kesempatan yang sama para personel Yonko 464 Kopasgat TNI AU dan US AFSOC juga dapat melatih kemampuan terjun. Pasalnya, mereka juga melakukan penerjunan statik melalui ramp door yang dipandu oleh tim Dalpur Denmatra 2.

“Ditemani oleh jumping master dari US AFSOC, jumping master Denmatra 2 Kopagat dapat menimba ilmu, taktik dan teknik penerjunan statik melalui ramp door. Ini merupakan pengalaman yang berharga,” demikian dikutip dari akun instagram Kopasgat TNI AU, @kopasgat_tniau, Senin (6/2).

Baca: KSAL kepada Arsenal: Tingkatkan Kesiapan Operasional Alutsista dan Satuan Operasi

Sebelum melakukan infiltrasi udara, pasukan khusus kedua negara telah terlebih dahulu melakukan sesi latihan Military Free Fall (MFF) dan Static Line (SL) pada Jumat (3/2) lalu dengan mengerahkan pesawat C-130 milik US AFSOC dan Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dijadikan sebagai drop zone.

Secara umum, para personel yang terlibat dalam latihan ini dapat saling bertukar dan berbagi pengetahuan, pengalaman, teknik serta taktik seperti tactical combat casually care, jungle tactical, high angle rescue, vertical wind tunnel, military free fall, dan air ground to integration. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.