
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Palestina
KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 siap dikerahkan untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan membantu rakyat Palestina yang terdampak konflik Israel-Hamas di jalur Gaza.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 siap dikerahkan untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan membantu rakyat Palestina yang terdampak konflik Israel-Hamas di jalur Gaza.

Merespon tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina, TNI AL mengerahkan kapal bantu rumah sakit untuk membawa bantuan sandang dan pangan hingga medis, menuju Laut Mediterania Timur.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 bersiap untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Palestina. Nantinya, kapal rumah sakit tersebut membutuhkan waktu berlayar sekitar tiga minggu menuju titik pengumpulan yang ditentukan.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 bakal menjalani misi kemanusiaan pertama lintas samudra, untuk mengirimkan bantuan sandang dan pangan kepada warga Palestina yang terdampak konflik Israel-Hamas.

Human Rights Watch (HRW), organisasi Hak Asasi Manusia Internasional, mengatakan bahwa 'roket yang salah sasaran' mungkin menjadi penyebab ledakan yang mengakibatkan banyak korban jiwa di sebuah rumah sakit di Gaza pada 17 Oktober lalu.

Israel dan Hamas sepakat untuk menghentikan pertempuran selama empat hari dan melakukan pertukaran tawanan sebanyak 50 orang yang ditahan di Gaza serta 150 warga Palestina yang ditahan di Israel.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 sedang dalam pengecetan lambung kapal sebagai persiapan untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Di hadapan para menteri pertahanan negara ASEAN, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menekankan sikap Indonesia yang terus berkomitmen dalam memberikan bantuan terhadap korban yang terus berjatuhan dalam konflik Palestina-Israel.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kembali memberikan seruan agar adanya penghentian permusuhan yang masih terjadi di Gaza, Palestina. Ia meminta segera adanya gencatan senjata agar tidak terus menimbulkan korban.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan tingginya risiko penyebaran penyakit di tengah konflik bersenjata yang terjadi di Jalur Gaza. Penyebab utamanya adalah krisis akses air bersih dan menumpuknya warga di kamp pengungsian.