Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey menyatakan bahwa keputusan negaranya untuk secara resmi mengakui Negara Palestina mencerminkan komitmen nilai teguh yang dipegang bersama Indonesia yaitu perdamaian dan keamanan.
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dukungan terhadap penyelesaian konflik di Gaza dengan solusi dua negara. Ia juga mengaku siap untuk mengirim pasukan perdamaian.
Presiden RI Prabowo Subianto mendesak negara lain untuk segera mengakui kenegaraan Palestina sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memperingatkan Israel untuk tidak menganeksasi wilayah Tepi Barat sebagai balasan atas pengakuan Inggris atas negara Palestina.
Pengakuan Inggris, Kanada, Australia dan Portugal atas Negara Palestina memicu kecaman Israel serta desakan dari kabinet Benjamin Netanyahu untuk segera aneksasi Tepi Barat.
Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal mengakui Negara Palestina, di tengah konflik yang terus berkecamuk dan menewaskan lebih dari 65.000 orang Palestina sejak Oktober 2023. Langkah ini dilakukan untuk mendorong solusi dua negara.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, menilai rencana pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB sebagai momentum strategis untuk menegaskan kembali posisi konsisten Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Diplomat Palestina untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Riyad Mansour mengecam veto Amerika Serikat (AS) atas resolusi Dewan Keamanan (DK) yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Menurutnya, veto itu telah menghalangi DK bertindak melindungi warga sipil.