
Prajurit TNI Jadi Guru Dadakan, Hadirkan Harapan bagi Anak-anak Papua
Kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan kembali memberi warna positif bagi kehidupan masyarakat Papua.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan kembali memberi warna positif bagi kehidupan masyarakat Papua.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan jajaran Pusat Polisi Militer (Puspom) menindak lima prajurit TNI Angkatan Laut yang mengeroyok guru di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Kerusuhan yang diduga dipicu isu ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), pecah di Yalimo, Papua Pegunungan.

Pusat Penerangan (Puspen) TNI memastikan bahwa guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang diserang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tidak terafiliasi TNI.

TNI AD dari Kodim 0213/Nias menanggapi krisis guru di Kabupaten Nias. Hal ini merespons sebuah video yang menyoroti kondisi SDN 078481 Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, Kabupaten Nias yang viral di media sosial. Video tersebut menggambarkan keprihatinan para siswa akibat minimnya kehadiran guru.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan mengapresiasi kolaborasi tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan guru dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Selasa (7/1).

Tak hanya jago perang ternyata prajurit TNI dari Satgas Yonkav 10/Mendagiri juga mahir menjadi guru dan mengajar untuk anak-anak di daerah perbatasan.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Pakuan dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Bidang Ilmu Hukum kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang digelar di Gedung Sentul International Convention Center (SICC) Sentul, Bogor, Kamis (1/12).