PT PAL Indonesia menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meriset sistem pendorong ramah lingkungan bagi kapal induk KRI Sriwijaya-100. Kerja sama ini digeber agar hasil riset ilmiah bisa langsung dipakai untuk mendongkrak teknologi maritim dalam negeri.
Usaha agar industri pertahanan nasional menuju kemandirian terus dilakukan. Salah satunya melalui monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan Komite Kebijakan Industri Pertahanan KKIP (KKIP) di PT PAL Indonesia, Selasa (22/7).
PT PAL Indonesia berhasil merampungkan pemeliharaan dan perbaikan (harkan) kapal perang Angkatan Laut Filipina, BRP Tarlac (LD-601) pada beberapa waktu lalu.