TNI AL kini membidik infrastruktur dasar laut (sea-bed) sebagai sasaran strategis dalam peperangan masa depan. Bukan lagi sekadar adu tembak antarkapal perang di permukaan, fokus pertahanan kini mengarah pada "nadi" komunikasi dan energi yang berada di kedalaman samudra.
Pemerintah telah menetapkan tiga lokasi yang disebut center of gravity. Penetepan itu diumumkan setelah rapat Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan para pimpinan tiga matra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).