TEKNOLOGI

Rusia Sambut Teknologi Kapal Selam Baru

Rusia Sambut Teknologi Kapal Selam Baru
Dok. Naval Technology

Moscow, IDM- Kapal selam Lada-class dirancang dengan sistem propulsi independen udara yang unik. Angkatan Laut Rusia diproyeksikan menerima kapal selam pertama Lada-class pada 2022. Satu dari tiga unit kapal selam yang akan melengkapi siklus persenjataan negara 2027. Meski santer diberitakan, kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pejabat berwenang Moskow.

Informasi datang dari orang dalam industri pertahanan. Seperti dinukil dari National Interest, kepada Kantor Berita TASS, informan tersebut mengatakan, “Rencananya, kapal selam Project 677 Lada seri pertama akan datang pada tahun 2022.”

Sebagaimana gambaran awal, kapal selam Lada-class dirancang dengan sistem propulsi independen udara (AIP) yang unik. Teknologi ini hadir dalam berbagai varian, tetapi konsep intinya sama: AIP adalah teknik propulsi yang memungkinkan kapal selam berfungsi tanpa akses langsung ke udara luar.

Bergantung pada implementasi yang tepat, teknologi AIP dapat memberikan berbagai manfaat kinerja. Utamanya meminimalisasi pergeseran dan ukuran kru, mengurangi kebisingan yang signifikan jika dibandingkan dengan sistem diesel-listrik standar, dan tentu saja daya tahannya lebih besar.

Penyempurnaan ini dapat menjadikan kapal selam AIP pilihan yang menarik untuk misi litoral, lokal, atau intensitas rendah yang tidak memerlukan daya tahan, jangkauan, dan kecepatan berkelanjutan yang hampir tak terbatas dari kapal selam bertenaga nuklir.

Persenjataan kapal selam Lada akan mencakup enam tabung torpedo 533 milimeter dengan total kapasitas 18 torpedo, serta 10 rudal jelajah Kalibr. Belum lama ini, kabar lain meruak. Rusia juga siap menyambut kapal ketiga Lada, Velikiye Luki. Kapal selam ini juga akan diluncurkan dengan sistem propulsi diesel-listrik tradisional.

Angkatan laut dari sejumlah negara tak ketinggalan mencoba-coba teknologi AIP. Beberapa di antaranya tampak lebih berhasil dibanding Rusia. Kapal selam Yuan-class Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) Type 039A, misalnya, didukung oleh metode Stirling AIP. Sebanyak 15 kapal selam sudah beroperasi—sejumlah lainnya masih dalam proses konstruksi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.