Rusia Perkuat Kerja Sama Militer dengan Burkina Faso

Jakarta, IDM – Rusia memutuskan untuk mengirimkan lebih banyak pasokan militer dan pelatih untuk tentara Burkina Faso. Tujuannya sebagai upaya membantu negara Afrika Barat itu untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan memerangi terorisme.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov usai bertemu pejabat pemerintahan Burkina Faso, yang merupakan salah satu negara mitra tentara bayaran Wagner.
Baca Juga: Qatar Desak Posisi yang Jelas dari Hamas-Israel untuk Gencatan Senjata
“Sejak kontak pertama antara negara kami setelah Presiden (Ibrahim) Traoré, kami telah terlibat erat dalam semua bidang kerja sama, termasuk pengembangan hubungan militer dan teknis militer," kata Lavrov melansir Tass, Rabu (5/6).
“Saya yakin berkat kerja sama ini, kelompok terorisme yang tersisa di wilayah Burkina Faso akan dihancurkan,” tambahnya.
Baca Juga: Hamas Tanggapi Proposal Joe Biden, Tak Akan Negosiasi dengan Israel
Lavrov telah melakukan serangkaian kunjungan ke Afrika sejak dimulainya perang di Ukraina. Rusia, yang dijatuhkan sanksi oleh negara-negara Barat, berupaya mencari mitra dagang baru dan mencoba merangkul negara-negara berkembang untuk mendukung visinya tentang “dunia multipolar” yang tidak didominasi oleh Amerika Serikat (AS).
Meningkatnya hubungan keamanan Rusia dengan Afrika, termasuk negara-negara seperti Mali, Burkina Faso dan Niger yang dikuasai oleh junta militer itu pun telah menimbulkan kekhawatiran bagi AS maupun negara Barat lainnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































