Rusia Peringatkan NATO atas Peningkatan Postur Militer di Perbatasan

Jakarta, IDM - Pemerintah Rusia memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan meningkatnya postur militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di perbatasan.
“Saya hanya dapat memastikan bahwa Rusia tidak akan membiarkan pembangunan militer NATO di perbatasan kami tidak terjawab, yang mengancam keamanan Federasi Rusia,” kata wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Andrey Nastasyin melansir TASS, Jumat (5/7).
Baca Juga: Think Tank CSIS: Pengiriman Balon Korut Merupakan Bentuk ‘Terorisme Lunak’
Peringatan itu mengacu pada persetujuan parlemen Finlandia terhadap perjanjian pertahanan yang memungkinkan Amerika Serikat (AS) mengakses 15 pangkalan militer di Finlandia. Hal itu juga memungkinkan AS untuk mengirim peralatan militer ke Finlandia.
Ancaman tersebut tentunya, kata Nastasyin, akan ditanggapi dengan tegas oleh Rusia. Perjanjian itu juga dapat menciptakan dasar bagi kehadiran permanen militer AS di Finlandia.
Baca Juga: Putin Sebut Perundingan Damai Dengan Ukraina Dapat Berlandaskan Hal Ini
"Rusia mengambil semua tindakan yang diperlukan, termasuk teknis militer, untuk melawan keputusan agresif Finlandia dan sekutu NATO-nya," ujarnya.
Adapun perbatasan antara Finlandia dan Rusia memiliki panjang 1.340 km yang membentang dari utara ke selatan. Sebagian besar wilayah itu merupakan hutan taiga dan daerah pedesaan dengan penduduk yang sedikit. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































