Rusia Berencana Tambah Anggaran Pertahanan Hingga 25% pada 2025

Jakarta, IDM – Rusia berencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 6,3% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2025, di tengah sumber daya militer yang menipis akibat konflik dengan Ukraina.
Dilansir dari Reuters, Rabu (2/10), anggaran pertahanan Rusia akan naik menjadi 13,5 triliun rubel (sekitar $145 miliar) pada tahun 2025 atau naik 25% dari tahun 2024. Rancangan anggaran tersebut telah diajukan ke Duma Negara untuk ditinjau.
“Sumber daya akan dialokasikan dan telah dialokasikan untuk melengkapi angkatan bersenjata dengan senjata dan peralatan militer yang diperlukan, membayar gaji militer, dan mendukung perusahaan industri pertahanan,” kata Kementerian Keuangan Rusia.
Baca Juga: PM Israel Bertekad akan Balas Serangan Rudal Iran
Sekitar 10% dari total anggaran akan digunakan untuk tentara, dengan gaji tahunan minimum pada tahun pertama dinas di medan tempur mencapai 3,25 juta rubel (sekitar $34.945).
Anggaran pertahanan itu akan jauh melebihi jumlah yang dialokasikan untuk kebutuhan sosial nasional, yang mencakup pensiunan dan subsidi, dengan nilai sebesar 6,5 triliun rubel pada tahun 2025. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































