Qatar Desak Posisi yang Jelas dari Hamas-Israel untuk Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan proposal gencatan senjata Israel kepada Hamas. Ia pun menekankan harus ada posisi yang jelas dari kedua belah pihak untuk mencapai gencatan senjata.
Proposal yang disampaikan itu mencerminkan prinsip-prinsip yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, namun belum ada persetujuan konkret dari kedua belah pihak.
Baca Juga: Cina Bantah Telah Desak Banyak Negara untuk Tidak Hadiri KTT Perdamaian
“Kami menunggu posisi jelas Israel yang mewakili seluruh pemerintah dalam menanggapi proposal AS di Gaza,” kata al-Ansari melansir Al Jazeera, Rabu (5/6).
“Kesepakatan gencatan senjata harus segera mengakhiri penderitaan panjang seluruh rakyat di Gaza dan para sandera serta keluarga mereka dan memberikan peta jalan bagi gencatan senjata permanen dan mengakhiri krisis,” katanya.
Biden hari Jumat lalu memaparkan proposal gencatan senjata tiga fase untuk mengakhiri perang di Gaza. Fase pertama melibatkan gencatan senjata selama enam minggu, di mana pasukan Israel akan menarik diri dari semua wilayah berpenduduk di Gaza.
Baca Juga: Sebanyak Lima Anjing Pelacak di Ekuador Mendapat Penghargaan Militer
Pada fase ini, Hamas dan Israel akan merundingkan gencatan senjata permanen. Jika perundingan memakan waktu lebih dari enam minggu, gencatan senjata sementara akan diperpanjang.
Kemudian, pada tahap kedua Biden mengatakan akan ada pertukaran seluruh sandera, termasuk tentara dan gencatan senjata permanen pun akan dimulai. Fase terakhir, yaitu mencakup rencana rekonstruksi skala besar di Gaza. Peninggalan dari tawanan yang terbunuh, juga akan dikembalikan ke keluarga mereka. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































