HANKAM

Menko Polhukam Beberkan Maksud Dwifungsi TNI dalam RUU TNI

prajurit TNI
Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Hadi Tjahjanto membeberkan maksud dwifungsi TNI dalam rancangan RUU TNI. Menurutnya dwifungsi yang dimaksud berbeda dengan masa orde baru.

"Yang paling penting adalah terkait dwifungsi, berbeda dwifungsi ABRI pada waktu itu (orde baru)," kata Hadi kepada wartawan di hotel Borobudur, Kamis, (11/7).

Baca Juga: Cegah Penangkapan Ikan Ilegal, Lantamal Batam Akan Punya Maritime Command Center

Lebih lanjut Hadi menjelaskan pada waktu itu (orde baru) dwifungsi ABRI atau TNI memiliki fungsi dua yaitu sebagai kekuatan pertahanan keamanan, dan sebagai kekuatan sosial politik dan memiliki wakil di DPR.

"Sekarang TNI tidak memiliki wakil DPR. sudah tidak ada lagi dwifungsi, itu adalah masa lalu bagian dari perjalanan sejarah," kata Hadi.

Perluasan penugasan TNI di kementerian dan lembaga, kata Hadi adalah bukan untuk kepentingan politik praktis, tapi adalah untuk menjawab kebutuhan dari kementerian lembaga dan sesuai dengan kebijakan presiden.

Baca Juga: TMMD ke-121 Fokus Pembangunan di 50 Kabupaten/Kota

"Tentara aktif atau TNI aktif yang bisa menjabat di kementerian lembaga adalah yang dibawah koordinator Kemenko Polhukam, nantinya akan diperluas, namun akan sesuai dengan aturan kementerian lembaga, bidang apa saja yg bisa diduduki kementerian lembaga, contohnya kementerian KKP (belum dalam pembahasan ini suatu contoh). Di KKP diperlukan keahlian dalam bidang kelauatan maka diperlukan ahli-ahli dari TNI AL bisa menduduki jabatan setingkat dirjen dan sebagainya," jelas Hadi.

Hari ini Kemenko Polhukam RI tengah menggelar forum diskusi untuk membahasnya RUU TNI dan Polri dengan mengundang beragam pihak dari mulai akademisi, tokoh masyarakat, hingga media untuk membahas RUU ini. Nantinya setelah mendengarkan masukan dari beragam tokoh publik diterima, Kemenko Polhukam akan membawa poin-poin masukan tersebut untuk dibahas dalam Daftar Intervensi Masalah (DIM). (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.