Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu mengatakan kepada industri militer untuk โberhenti bermain-mainโ dan memerintahkan mereka untuk meningkatkan produksi sistem self-propelled artillery.
Dilansir dari Reuters, Jumat (2/2), pernyataan itu Shoigu ungkapkan saat mengunjungi produsen senjata di kota industri Ural, Yekaterinburg pada beberapa waktu lalu. Shoigu disebut menegur manajemen salah satu produsen karena tidak memproduksi cukup self-propelled artillery.
Baca Juga:ย Presiden Rusia Sebut Ukraina Tembak Jatuh Pesawat Ilyushin Il-76 dengan Rudal Patriot
“Kita sibuk dengan hal ini pada tahun 2022. Kita seharusnya sudah mengoperasikan mesin-mesin ini dengan kapasitas penuh pada tahun 2023,โ kata Shoigu kepada pimpinan pabrik.
โSaya ingin menerima dalam waktu seminggu proposal spesifik tentang bagaimana kita akan mencapai indikator yang ditetapkan oleh presiden (Vladimir Putin)โฆini harus dilakukan, karena semua perintah ini terkait dengan kinerja pekerjaan yang sangat spesifik di medan perang,โ jelasnya.
Baca Juga:ย AS Luncurkan Serangan Udara ke Pusat Kendali Pesawat Nirawak Militan Houthi
Sementara, pabrik senjata itu diklaim telah meningkatkan produksi enam kali lipat dalam dua tahun terakhir. Namun, Shoigu kembali menekankan bahwa Rusia harus terus meningkatkan produksi sistem pertahanan udara usai serangkaian serangan pesawat nirawak Ukraina yang menargetkan infrastruktur energi.
Rusia pun telah fokus untuk selalu memproduksi sepanjang waktu demi memenuhi kebutuhan perang melawan Ukraina. Wakil Menhan Alexei Krivoruchko juga pernah mengatakan bahwa industri pertahanan Rusia akan memasok peralatan militer “beberapa kali” lebih banyak kepada di tahun ini dibandingkan pada tahun 2022 dan 2023. (bp)