Jumat, 4 April 2025

Marinir Perluas Pencarian Korban Banjir Bandang di Tanah Datar Sumbar

Jakarta, IDM โ€“ Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II terus memperluas kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana alam akibat banjir bandang dan lahar dingin di Tanah Datar, Sumatra Barat, Kamis (23/5).

Sedangkan di lokasi lainnya, para prajurit Yonmarhanlan II masih melakukan kegiatan bersih-bersih rumah warga serta fasilitas umum, dibantu oleh para relawan dan masyarakat sekitar.

Sebelumnya, para prajurit Yonmarhanlan II yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana TNI-Polri dan Basarnas ini mendapatkan arahan untuk memaksimalkan pencarian korban bencana.

Baca Juga: Satgas Yonif 122/TS Temukan Bangkai Pesawat Jatuh di Hutan Keramat Amyu Perbatasan RI-PNG

“Khususnya di aliran sepanjang sungai dengan menggunakan perahu karet serta penyisiran bibir sungai untuk memantau setiap permukaan air yang sekiranya mencurigakan,” ujar Danyonmarhanlan II Mayor (Mar) Deny Aprianto Putro, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Jumat (24/5).

“Seperti tumpukan sampah, bebatuan serta akar pohon akibat tanah yang terkikis derasnya aliran sungai,” sambungnya.

Yonmarhanlan II
(Foto: Dok. Pasmar 1)

Lebih lanjut, Deny bersama Bupati Tanah Datar dan Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, turut melaksanakan pemantauan lokasi gunung merapi melalui jalur udara dengan helikopter milik BNPB untuk melihat secara langsung kondisi saat ini.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) menyampaikan data jumlah korban banjir bandang di Agam dan Tanah Datar yang belum ditemukan sekitar 11 orang.

Baca Juga: Jelang Rimpac 2024 Hawaii, Korps Marinir Laksanakan Latihan Penyiapan

“Dari perkiraan sebelumnya 12 turun jadi 11, karena ada duplikasi data. Sementara sampai saat ini belum ada laporan tambahan korban ditemukan,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sumbar Ilham Wahab, dilansir dari detik.

Ilham menyebut 11 korban yang masih hilang itu satu orang berasal dari Agam dan 10 lainnya dari Tanah Datar. Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran untuk mencari para korban tersebut.

“Korban yang masih hilang, 1 dari Agam dan 10 lagi dari Tanah Datar. Untuk itu korban masih kita cari. Sementara tim juga melakukan pemantauan ke sungai yang beraliran di perbatasan Sumbar dengan Riau. Kemudian ke sungai yang bermuara Batang Anai Padang Pariaman,” jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Kapal LPD Indonesia yang Terapkan Sistem Reverse Osmosis

Ilham mengatakan pencarian korban terus dilakukan hingga status tanggap darurat yang diberlakukan oleh pemerintah berakhir.

Untuk pencarian para korban kita juga akan menyamakan waktu tanggap darurat. Jadi saat ini masih sampai tanggap darurat. Kalau diperpanjang tanggap darurat pencarian akan diperpanjang lagi,” sambungnya.

“Yang sudah ditemukan berjumlah 61 orang. Itu semua dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 11 lagi masih kita cari,” jelasnya. (at)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer