Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Choe Son Hui menganggap PBB berpihak pada Amerika Serikat (AS) setelah turut bergabung dengan posisi AS yang mengecam uji coba rudal balistik antarberunia Korut baru-baru ini. Menurut Choe, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengabaikan Tujuan dan Prinsip Piagam PBB yaitu menjaga ketidakberpihakan dan objektivitas.
Dilansir dari Mfa.gov.kp, sebuah laman Kemlu Korut, Senin (21/11), Choe mengatakan bahwa uji coba rudal yang dilakukan Korut merupakan bagian dari hak untuk membela diri terhadap ancaman militer. Choe menganggap AS telah melakukan serangkaian tindakan provokatif dengan sekutu yang melibatkan aset strategis nuklir dengan terus unjuk kekuatan di wilayah Semenanjung Korea. Sehingga, Choe kecewa dengan pernyataan Guterres yang menganggap Korut lah pemicu ketidakstabilan perdamaian karena uji coba rudalnya.
โSaya sering berpikir bahwa Sekjen PBB adalah anggota Gedung Putih atau Deplu AS. Saya sangat menyesalkan kenyataan bahwa Sekjen PBB telah mengambil sikap yang sangat tercela, mengabaikan Tujuan dan Prinsip Piagam PBB dan misi yang melekat padanya yaitu untuk menjaga ketidakberpihakan, objektivitas dan kesetaraan dalam segala hal,โ ujar Choe.
Baca: Tingkatkan Interoperabilitas, AS dan Indonesia Gelar Latma Keris Marex
Choe menegaskan pada negara-negara anggota PBB, khususnya Dewan Keamanan PBB agar AS menghentikan tindakan militernya yang menjadi akar permasalahan terkait perdamaian dan stabilitas regional.
โSaya mengingatkan bahwa Korut mengawasi pergerakan AS dan DK PBB dengan mempertimbangkan tindakan balasan yang jelas,โ ujar Choe. (bp)