Korut Kecam Potensi Penjualan Senjata AS ke Jepang dan Korsel

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) mengecam rencana Amerika Serikat (AS) untuk menjual rudal ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Tindakan itu disebut sebagai langkah konfrontatif yang dapat meningkatkan ketegangan dan memicu perlombaan senjata baru di kawasan.
Dilansir dari KCNA, laman resmi Pemerintahan Korut, Senin (20/11), Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengatakan pihaknya akan meningkatkan langkah-langkah pencegahan dalam menanggapi ketidakstabilan di kawasan, yang dinilai disebabkan oleh AS dan sekutu.
Baca Juga: AS Sepakati Penjualan 400 Rudal Tomahawk ke Jepang
“Kami memperingatkan bahwa semakin besar keuntungan AS dari penjualan senjata, semakin besar pula biaya yang harus mereka keluarkan untuk krisis keamanan ini,” kata Kemhan Korut.
Sebelumnya, Jepang mengumumkan rencana akuisisi 400 rudal Tomahawk dari AS, yang merupakan bagian dari modernisasi militer skala besar. Pihak AS pun mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri telah menyetujui potensi penjualan itu melalui kesepakatan senilai US$ 2,35 miliar.
Baca Juga: Perancis Berhasil Uji Coba Rudal Balistik Jarak Jauh M51.3
Selain itu, AS juga mengumumkan potensi penjualan sekitar 42 rudal Sidewinder dan lebih dari 30 Standard Missile 6 Blok I (SM-6), rudal kendali dengan kemampuan mencapai taget hingga 370 km ke Korsel.
"Senjata-senjata itu, merupakan senjata ofensif karena jangkauannya melebihi wilayah semenanjung Korea mengingat fitur operasional dan taktisnya. Oleh karena itu, jelas siapa yang akan menjadi sasaran dan diserang," pungkas Kemhan Korut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































