Konflik Memanas, 19.667 Warga Palestina Tewas di Gaza

Jakarta, IDM - Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas akibat konflik di Gaza telah mencapai 19.667 orang sejak 7 Oktober lalu.
Dilansir dari AA, Rabu (20/12), Israel telah melakukan pengeboman secara terus menerus bahkan ke banyak rumah sakit yang seharusnya dilindungi. Buruknya kondisi kesehatan dan kemanusiaan turut memperbesar resiko bagi warga yang tinggal berdesakan di pengungsian sekitar wilayah tersebut.
Baca Juga: Ukraina akan Produksi Satu Juta Unit Drone Tahun Depan
Sementara, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudra menyebut jumlah warga Palestina yang terluka mencapai 52.586 orang, bertambah lebih dari seribu orang sejak awal Desember.
“Rumah sakit di selatan Gaza tidak lagi mampu menampung lebih banyak orang yang terluka,” kata Al-Qudra.
Baca Juga: Presiden Rusia Sebut Siap Diskusi dengan Ukraina
Ia menambahkan, kini sebanyak 99 tenaga medis ditahan oleh pasukan Israel. Para sandera itu termasuk direktur rumah sakit Al-Shifa, Al-Adwa dan Kamal Adwan.
Serangan udara dan darat Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan hampir 2 juta orang mengungsi, sebagian di bagian Selatan. Namun, para pengungsi semakin kekurangan pasokan makanan dan air bersih. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan adanya resiko epidemi di wilayah itu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































