Jakarta, IDM – Jepang menangguhkan seluruh penerbangan pesawat militer Osprey usai kecelakaan yang dialami Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di Laut lepas Jepang pada beberapa waktu lalu.
“Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jepang meminta militer AS untuk memastikan pesawat Osprey aman untuk diterbangkan, sebelum mengizinkan mereka beroperasi lagi di Jepang,” kata Kemhan Jepang melansir Kyodo, Kamis (30/11).
Baca Juga:ย WHO Peringatkan Penyebab Kematian Selain Serangan Bom di Gaza
Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara menjelaskan, kini penggunaan Osprey hanya diberlakukan untuk kepentingan pencarian korban. Ia juga mengatakan bahwa satu dari delapan awak di dalam pesawat dikonfirmasi tewas.
“Orang yang ditemukan tewas di dekat sebuah pulau kecil di lepas pantai barat daya Jepang adalah salah satu dari delapan awak pesawat angkut V-22,” katanya.
Baca Juga:ย Ukraina Tegaskan Bantuan Sekutu NATO Akan Terus Berlanjut
Pesawat V-22 Osprey AS, yang berbasis di Pangkalan Udara Yokota, sebelumnya dilaporkan menghilang dari radar pada pukul 14:40 waktu setempat. Komando Operasi Khusus Angkatan Udara AS kemudian mengonfirmasi bahwa pesawat itu mengalami kecelakaan saat latihan rutin, namun penyebabnya masih belum diketahui. (bp)