Israel Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Pembebasan Sandera

Jakarta, IDM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak seruan untuk melakukan gencatan senjata di Gaza. Ia menuntut Hamas untuk mengembalikan lebih dari 240 sandera yang ditahan sejak 7 Oktober lalu.
"Tidak akan ada gencatan senjata tanpa kembalinya para sandera. Hal ini harus dihilangkan sepenuhnya dari leksikon," kata Netanyahu melansir Reuters, Senin (6/11).
Baca Juga: Mengenal Doktrin Teritorial Terbaru TNI AD
“Kami akan terus melanjutkannya sampai kami mengalahkan mereka. Kami tidak punya alternatif lain,” tambahnya.
Pasukan militer Israel telah mengerahkan pasukan darat, udara dan angkatan laut untuk menggempur Gaza dan memperdalam serangannya ke jalur pantai. Tujuannya untuk menghancurkan infrastruktur dan para petinggi Hamas.
Baca Juga: Putin: Sebagian Senjata dari Barat untuk Ukraina Berakhir di Tangan Taliban
Sebelumnya, para Menlu dari Qatar, Arab Saudi, Mesir, Yordania dan Uni Emirat Arab telah bertemu dengan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di Amman, Yordania dan mendesaknya untuk membujuk Israel agar menyetujui gencatan senjata.
Sementara, Blinken menilai gencatan senjata akan memungkinkan Hamas untuk menambah kekuatannya. Namun, Blinken menyarankan Israel menyetujui jeda di lokasi tertentu untuk mendistribusikan bantuan ke Gaza. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































