Jumat, 4 April 2025

Dukung Ukraina, Australia dan Prancis akan Kirim Ribuan Peluru Artileri

Jakarta, IDM – Prancis dan Australia sepakat bekerja sama memproduksi peluru artileri 155 milimeter untuk dikirim ke Ukraina. Keputusan senilai jutaan dolar ini merupakan bentuk dukungan kedua negara di tengah permintaan yang meningkat dari Presiden Volodymyr Zelensky terkait persenjataan dan amunisi.

Dilansir dari Defence.gov.au, Selasa (31/1), Menhan Australia Richard Marles dan Menhan Prancis Sebastian Lecornu menyatakan komitmen bersama terhadap keamanan Ukraina. โ€œDukungan kepada Ukraina termasuk melalui pasokan bersama amunisi 155 milimeter. Inisiatif ini akan saling melibatkan masing-masing industri pertahanan untuk memenuhi kebutuhan mendesak Ukraina akan amunisi 155 milimeter,โ€ tulis pernyataan tersebut.

Australia akan memasok bubuk mesiu dan peluru artilerinya akan di produksi di Prancis. Bantuan ini disebut bernilai jutaan dolar yang akan disignifikan mempertahankan wilayah Donestk. Kedua Menhan juga menyebut amunisi 155 milimeter akan mulai dikirim pada kuartal pertama 2023.

Baca: Jerman Tolak Permintaan Ukraina untuk Mengirim Jet Tempur

Menurut Dubes Prancis untuk Australia Jean-Pierre Thรฉbault, sangat penting untuk melakukan langkah lanjutan dalam mendukung Ukraina mempertahankan diri dari serangan Rusia. Meskipun negara-negara lain telah mengirim persenjataan, amunisi merupakan kunci dari efektifitas senjata tersebut.

“Amunisi adalah kuncinya. Anda tidak dapat menggunakan senjata jika Anda tidak memiliki amunisi. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan Ukraina, ujarnya dilansir ABC. (bp)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM โ€“ Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer