Cina Peringati AS Tidak Berhak Campur Tangan dalam Sengketa Maritim di Laut Cina Selatan

Jakarta, IDM – Cina memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka tidak berhak untuk campur tangan dalam sengketa maritim dengan Filipina usai tabrakan kapal di wilayah sengketa di Laut Cina Selatan.
Cina dan Filipina telah berulang kali berkonfrontasi di perairan tersebut selama setahun terakhir. Terbaru, kedua kapal penjaga pantai mereka bertabrakan di dekat Sabina Shoal yang disengketakan, terletak sekitar 140 km di sebelah barat Pulau Palawan, Filipina.
Cina mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan meskipun arbitrase internasional menyatakan bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum.
Baca Juga: Ratusan Peluru Artileri Sisa Perang Dunia II Ditemukan di Sekolah Kepulauan Solomon
Menanggapi tabrakan kapal tersebut, AS menyebutnya sebagai "tindakan berbahaya terhadap operasi maritim sah Filipina".
"Tindakan-tindakan ini adalah contoh terbaru dari (Cina) yang menggunakan tindakan-tindakan berbahaya dan eskalatif untuk menegakkan klaim maritim Laut China Selatan yang ekspansif dan melanggar hukum," kata juru bicara Kemlu AS Vedant Patel melansir CNA, Kamis (22/8).
Sementara, juru bicara Kemlu Cina Mao Ning menegaskan tindakan Beijing sesuai dengan hukum untuk melindungi kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim.
Baca Juga: Burkina Faso, Mali dan Niger Tuduh Ukraina Dukung Terorisme di Afrika
"AS bukanlah pihak di Laut Cina Selatan dan tidak memiliki hak untuk campur tangan dalam sengketa maritim antara Cina dan Filipina," ujar Mao melansir Fmprc.gov.cn.
"AS harus berhenti memprovokasi konfrontasi di Laut Cina Selatan, tidak mengganggu stabilitas regional dan tidak meningkatkan ketegangan," tegasnya. (bp)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































