Cina Kecam Tuduhan Inggris dan AS Terkait Spionase Siber

Jakarta, IDM - Cina mengecam tuduhan yang dilayangkan oleh Inggris dan Amerika Serikat (AS) terkait spionase siber. Tuduhan itu disebut tidak mendasar dan upaya keduanya untuk menerapkan sanksi sepihak kepada Cina.
“Ini murni manuver politik bagi Amerika Serikat dan Inggris untuk mengulangi tuduhan apa yang disebut serangan siber yang dilakukan oleh Cina sekaligus memberikan sanksi kepada individu dan entitas Cina,” kata Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina melansir Fmprc.gov.cn, Rabu (27/3).
Baca Juga: AS dan Inggris Sebut Cina Lakukan Spionase Siber
Sebelumnya, Inggris dan AS menuduh kelompok peretas asal Cina yang dijuluki Advanced Persistent Threat 31 (APT31) telah melakukan spionase siber. Mereka diyakini menargetkan otoritas Gedung Putih, senator AS, anggota parlemen Inggris dan pejabat pemerintah di seluruh dunia yang mengkritik Cina.
“Cina telah melakukan klarifikasi dan tanggapan teknis terhadap apa yang disebut informasi APT31 yang disampaikan oleh pihak Inggris. Ini jelas menunjukkan bahwa bukti yang diberikan pihak Inggris tidak cukup dan kesimpulan yang relevan kurang profesional. Namun sayangnya, pihak Inggris tidak memberikan tanggapan lebih lanjut sejak saat itu," ujar Lin.
Baca Juga: Ukraina Tangkap Dua Agen Rusia yang akan Bom Fasilitas Strategis
Lebih lanjut, Lin mengatakan Cina telah menyampaikan protes kepada semua pihak terkait dan akan mengambil tindakan yang diperlukan demi melindungi hak dan kepentingan nasional. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































