Australia akan Larang Mantan Perwira Militer Latih Pihak Asing

Jakarta, IDM - Australia akan memperketat UU yang melarang para mantan perwira militer melatih angkatan bersenjata "negara asing tertentu." Bagi yang melanggar akan dihukum selama 20 tahun penjara.
Dilansir dari AP, Jumat (15/9), Menteri Pertahanan Richard Marles memperkenalkan rancangan UU itu di parlemen pada beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk menjaga rahasia militer negara.
Baca Juga: Diduga Bantu Rusia, AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Perusahaan Turki
Tindakan ini dilakukan usai serangkaian kasus mantan pilot militer Australia melatih pilot Cina, yang dianggap menimbulkan ancaman keamanan nasional. Sebab, Cina dikhawatirkan sedang berupaya untuk 'mengintip' keahlian militer Barat.
Nantinya, mantan personel militer Australia yang bekerja atau melatihdi negara asing tanpa izin Australia dapat dihukum hingga 20 tahun penjara. Sementara, beberapa negara akan dikecualikan dari larangan tersebut.
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Tempur, Jerman Kembangkan ‘Area Pelatihan Virtual AI’
"Ini akan mencegah individu yang memiliki pengetahuan tentang informasi sensitif militer untuk mengikuti pelatihan atau bekerja di pemerintah asing tertentu yang aktivitasnya akan membahayakan keamanan nasional Australia”, kata Marles. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































