Jakarta, IDM – Armenia telah menangguhkan partisipasinya dalam Collective Security Treaty Organisation (CSTO), aliansi militer regional yang dipimpin Rusia. Keputusan itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Nikol Pashinyan karena pakta CSTO telah mengecewakan Armenia.
โCollective Security Treaty Organisation belum mencapai tujuannya bagi Armenia, khususnya pada tahun 2021 dan 2022. Dan kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,โ kata Pashinyan melansir France 24, Jumat (23/2).
Baca Juga:ย Stok Senjata Menipis, Kemampuan Tempur Ukraina Berpotensi Berkurang Mulai Akhir Maret
โKami sekarang secara praktik telah membekukan partisipasi kami dalam perjanjian ini. Adapun apa yang akan terjadi selanjutnya, kita lihat nanti,” jelasnya.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pihaknya saat ini tidak berencana untuk memutus kerja sama militer dengan Rusia. Negara pecahan Uni Soviet lainnya yang turut bergabung dalam CSTO yaitu Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.
Baca Juga:ย Korsel, AS dan Jepang Sepakat Perlunya Tanggapan Tegas Terhadap Korut
Selain itu, ia menyebut Azerbaijan, yang telah berkonflik dua kali dengan Armenia selama tiga dekade terakhir, tidak mematuhi prinsip-prinsip yang diperlukan untuk mencapai perjanjian damai jangka panjang.
โJika prinsip-prinsip integritas teritorial dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat tidak diakui oleh Azerbaijan, hal itu tidak mungkin terjadi,โ ujarnya. (bp)