Usai Diserang, Militan Armenia Sepakati Gencatan Senjata Dengan Azerbaijan

Jakarta, IDM - Militan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh sepakat melakukan gencatan senjata usai Azerbaijan melancarkan serangan. Kesepakatan itu, yang diperantarai pasukan penjaga perdamaian Rusia, menyerukan agar militan Armenia melucuti senjata dan mundur dari wilayah tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (21/9), pemerintah Azerbaijan mengatakan pihaknya akan bertemu dengan perwakilan Armenia di Karabakh untuk membicarakan "masalah reintegrasi" di Kota Yevlakh, Azerbaijan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Ini Fakta Hilangnya Pesawat Tempur F-35 AS Saat Latihan
"Setelah perlucutan senjata dan penarikan angkatan bersenjata Armenia, perdamaian akhirnya akan tercapai di wilayah tersebut dan rezim boneka akan dibubarkan,” kata Aykhan Hajizada, juru bicara Kementerian Luar Negeri Azerbaijan.
Sementara, Arsen Kharatyan selaku mantan penasihat Perdana Menteri Armenia, menilai situasi terkini antara kedua pihak berada di tingkat ketidakpastian besar mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil.
Baca Juga: Azerbaijan Lakukan ‘Operasi Anti Teroris’ di Wilayah Nagorno-Karabakh
“Anda tidak bisa memaksa masyarakat Nagorno-Karabakh untuk berintegrasi seperti yang coba dilakukan Azerbaijan. Harus ada proses dialog dan rekonsiliasi yang panjang jika kita membicarakan segala bentuk perdamaian,” kata Kharatyan.
Sebelumnya, Azerbaijan memulai operasi ‘anti-teroris’ di Nagorno-Karabakh pada beberapa waktu lalu. Wilayah itu diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi populasinya yang berjumlah 120.000 jiwa sebagian besar merupakan etnis Armenia, yang mengklaim wilayah itu milik leluhur mereka. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































