Jakarta, IDM – Ukraina menggelar forum industri pertahanan internasional sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi senjata dalam negeri. Hal itu diharapkan dapat memperkuat pertahanan dalam memukul mundur pasukan Rusia sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan militer negara lain.
Dilansir dari AP, Minggu (1/10), Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa acara itu dipartisipasi oleh sekitar 250 perusahaan pertahanan di lebih dari 30 negara. Forum itu disebut menandai perkembangan baru militer Ukraina, yang sebelumnya cenderung fokus pada pasokan senjata asing, perbaikan, dan pelatihan bagi para tentara.
Dalam kesempatan itu pula, Zelensky mengumumkan pembentukan Aliansi Industri Pertahanan dan mengungkapkan bahwa sebanyak 13 industri pertahanan telah menandatangani deklarasi terkait.
Baca Juga:ย Belarus Sebut Helikopter Militer Polandia Melanggar Batas Wilayah Udara
“Untuk mendukung kerja sama dan mengembangkan kompleks industri, Ukraina berencana untuk membentuk dana khusus, yang akan dibayarkan melalui dividen dari sumber daya pertahanan negara dan keuntungan dari penjualan aset-aset Rusia yang disita,” kata Zelensky.
Senada, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg turut menegaskan posisi Ukraina yang tidak hanya butuh bantuan persenjataan, tapi juga perlu membangun industri pertahanan.
โKepahlawanan saja tidak bisa mencegat rudal. Ukraina harus memiliki kemampuan, kualitas dan kuantitas tinggi. Tidak ada pertahanan tanpa industri,โ kata Stoltenberg.
Baca Juga: NATO Akan Kirim Pasukan Tambahan ke Kosovo
Lebih lanjut, Stoltenberg mengakui banyak sekutu yang telah menggelontorkan senjata secara signifikan hingga mulai kekurangan stok karena mendukung Ukraina sejak invasi pada Februari tahun lalu.
โIni adalah hal yang benar untuk dilakukan, tapi sekarang kita perlu meningkatkan produksi, baik untuk memenuhi kebutuhan Ukraina atau untuk deterens kita sendiri,โ katanya. (bp)