INTERNASIONAL

Tewaskan 15 Paramedis di Gaza, Israel Akui Salah

Situasi bangunan Nuseirat.
Situasi bangunan hancur akibat konflik di Nuseirat, Gaza pada Januari lalu. (Foto: Dok. X/UNRWA)

Jakarta, IDM – Israel mengakui bahwa terdapat 'kesalahan profesional' yang dilakukan oleh angkatan bersenjata dan menewaskan 15 staff kemanusiaan di Gaza pada bulan lalu.

Pada 23 Maret lalu, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) melakukan serangkaian penembakan di dekat Kota Rafah di Gaza Selatan, yang menewaskan delapan paramedis Red Crescent Palestine, enam pekerja pertahanan sipil, dan seorang staf Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Baca Juga: Cina Sebut Kapal Filipina Masuk Wilayahnya Tanpa Izin

Serangan itu memicu kecaman internasional. IDF menyatakan bahwa pihaknya akan memberhentikan seorang wakil komandan Brigade Golani atas kegagalannya dalam menjalankan tugas yang berujung pada insiden tersebut.

"Pemeriksaan tersebut mengidentifikasi beberapa kesalahan profesional, pelanggaran perintah, dan kegagalan untuk melaporkan insiden tersebut secara lengkap," tulis IDF, melansir Idf.il, Senin (21/4).

Sementara, seorang komandan lainnya, yang unitnya bertugas di Kota Rafah, akan disanksi sebagai bentuk "tanggung jawab keseluruhan atas insiden tersebut".

Baca Juga: AS akan Pangkas Jumlah Pasukan di Suriah

Selain itu, IDF melaporkan bahwa "kesalahpahaman operasional" menyebabkan mereka menembaki ambulans. IDF membantah telah terjadi tembakan secara membabi buta dan mengklaim pasukannya hanya berwaspada terhadap "ancaman nyata" dari Hamas.

IDF pun menuduh Hamas sering beroperasi di tengah-tengah keberadaan warga sipil hingga menggunakan ambulans untuk mengangkut senjata maupun anggotanya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.