Terima Paparan Pengadaan MRCA Rafale, Wakasau: Alutsista Canggih dan Modern Kebutuhan Mutlak Bagi TNI AU

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Andyawan Martono mengatakan bahwa alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang canggih dan modern merupakan kebutuhan mutlak bagi TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjalankan tugas pokoknya.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakasau saat menerima paparan tentang pengadaan Multirole Combat Aircraft (MRCA) Rafale di Mabesau, Cilangkap, Senin (12/8).
“Kedatangan pesawat tempur Multirole Combat Aircraft Rafale ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang sangat concern terhadap aspek pertahanan,” jelas Andyawan dikutip dari keterangan TNI AU, Selasa (13/8).
Baca Juga: Awasi Jalur Lintas Kapal di Selayar Sulsel, TNI AL Akan Bangun Lanal Tipe C
Ia menambahkan, pemerintah melalui Kemhan telah berkomitmen untuk memberikan alutsista terbaik kepada TNI, khususnya TNI AU untuk menjawab tantangan dan ancaman tugas yang semakin kompleks di era modern ini.

Untuk bisa mengoperasikan pesawat yang modern dan canggih, Marsdya TNI Andyawan mengatakan TNI AU membutuhkan sejumlah hal dan tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis, akan tetapi juga mencakup aspek-aspek lainnya seperti kesiapan sumber daya manusia (SDM); infrastruktur pendukung; prosedur; dan doktrin operasional yang relevan.
Pada kesempatan tersebut, paparan mengenai MRCA Rafale disampaikan oleh Kapus Alpalhan Baranahan Kemhan Marsekal Pertama TNI Yusran Lubis. Kemudian, dilanjutkan dengan paparan oleh Kepala Satgas Garuda Perkasa Kolonel Pnb Yulmaizir Chaniago, dan diakhiri oleh paparan dari Kadiskonsau Marsma TNI I Gede Widarma Suyasa.
Baca Juga: TNI Gagalkan Penyelundupan 8,4 Kg Sabu yang Dikemas Dalam Teh
Sebelumnya, Kemhan telah mengefektifkan kontrak pengadaan pesawat tempur Rafale dengan total pesawat berjumlah 42 unit. Dalam laman resminya Kemhan menyebut bahwa pesawat Rafale pertama akan tiba di Indonesia pada awal tahun 2026.
Kedatangan pesawat tempur Rafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI AU secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara di udara. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































