INTERNASIONAL

Tentara bayaran Wagner Sangkal Terlibat Konflik di Sudan

Tentara bayaran
Tentara bayaran Rusia Wagner Group (Foto: Dok. Pravda.com.ua)

Jakarta, IDM – Organisasi tentara bayaran Rusia, Grup Wagner, membantah telah melakukan operasi militer di Sudan. Mereka juga menegaskan tidak terlibat dalam konflik bersenjata antar faksi yang memperebutkan kekuasaan sejak minggu lalu.

"Karena banyaknya pertanyaan dari berbagai media asing tentang Sudan, yang sebagian besar bersifat provokatif, kami menganggap perlu untuk memberi tahu semua orang bahwa Wagner tidak berada di Sudan selama lebih dari dua tahun," ujar Wagner melansir Reuters, Kamis (20/4).

Baca Juga: Negara G7 Kecam Agresi dan Retorika Nuklir Rusia

Lebih lanjut, Wagner menjelaskan bahwa mereka sudah tidak memiliki hubungan dengan penguasa militer Sudan yang sedang berkonflik yaitu Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan dan kepala paramiliter Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo.

"Wagner tidak memiliki kepentingan keuangan di Sudan. Konflik itu murni urusan internal Sudan," ujarnya.

Sebelumnya, Al Jazeera melaporkan hasil analisis dari seorang pakar dan penulis buku berjudul Russia in Africa Samuel Ramadi perihal Wagner. Laporan tersebut mengungkapkan adanya penyebaran tentara Wagner di Sudan sejak masa pemerintahan mantan Presiden Omar al-Bashir pada 2017.

Baca Juga: Investigasi UFO Pentagon: Objek Anomali Bukan Berasal dari Luar Angkasa

Tujuan Wagner disebut ingin menyelundupkan emas dari Sudan ke Dubai hingga akhirnya ke Rusia. Hasil penjualan emas kemudian digunakan untuk mendanai operasi militer di Ukraina. Karena kepentingan inilah, Wagner diduga terlibat konflik demi melindungi aset tambang emas ilegal. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.