TNI AD dari Kodam IX/Udayana memberikan klarifikasi resmi terkait aksi "jemput paksa" Pelda Chrestian Namo yang merupakan ayah dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang meninggal akibat dianiaya seniornya.
Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono mengatakan pihaknya tengah menyelidiki dugaan pelanggaran disiplin Pelda Chrestian Namo, ayah dari Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo yang meninggal dugaan penganiayaan berantai oleh sesama prajurit.
TNI AD melalui Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Hendro Cahyono memastikan sidang kasus Prada Lucky berjalan transparan sesuai hukum militer yang berlaku.