Jakarta, IDM – Otoritas militer Suriah mengklaim bahwa Israel telah melakukan serangan udara ke wilayah timur, yang melukai dua tentara dan merusak beberapa markas. Namun, Israel tidak memberikan komentar apapun terkait tuduhan tersebut.
Dilansir dari AP, Selasa (3/10), serangan udara itu menargetkan markas militer di kawasan timur yang strategis pada Senin malam waktu setempat. Tidak ada laporan warga sipil yang terluka.
Baca Juga:ย Rusia Klaim Cegat Rudal HIMARS dan 37 Drone Ukraina Dalam Waktu 24 Jam
“Israel melancarkan serangan udara terhadap beberapa titik posisi angkatan bersenjata kami di kota Deir Ezzor dan menyebabkan dua tentara terluka,” kata otoritas militer Suriah yang tidak disebutkan namanya.
Provinsi Deir el-Zour merupakan wilayah yang berbatasan dengan Irak dan memiliki ladang minyak berlimpah. Sehingga, menjadikannya titik strategis dan pusat konflik Suriah yang kini memasuki tahun ke-13. Wilayah itu kini dikuasai oleh kelompok milisi yang didukung Iran bersama pasukan Suriah.
Sementara, The Syrian Observer yang memantau perang dan HAM di wilayah itu mengatakan bahwa beberapa serangan udara juga menargetkan Kota Boukamal, yang merupakan benteng kelompok milisi Iran. Tetapi mereka tidak dapat mengidentifikasi sumber serangan udara tersebut.
Baca Juga: Efisiensi Biaya, Ukraina akan Gunakan Senjata yang Lebih Sederhana dan Murah
Israel telah melakukan banyak serangan terhadap Suriah seperti meluncurkan drone ke bandara di ibu kota Damaskus pada beberapa waktu lalu. Selain menargetkan pasukan yang didukung Iran, Israel juga berupaya untuk menekan pergerakan militan Hizbullah di Suriah.
Pihak pemerintah Israel jarang mengakui serangannya ke Suriah. Namun, telah berulang kali menegaskan komitmennya yang tidak akan membiarkan militan Iran memperluas kekuasaannya. (bp)