Jakarta, IDM โย Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan bahwa terdapat 1.232 personel TNI yang bertugas di Lebanon, saat Ibu Kota Beirut dihantam serangan udara oleh Israel pada Selasa (30/7).
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan bahwa ribuan personel TNI tersebut tengah mengemban misi perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Baca Juga:ย Angkatan Laut Rusia Gelar Latihan Skala Besar, Libatkan 300 Kapal dan 20.000 Personel
Ia pun menghimbau para WNI yang menetap di wilayah itu agar berlindung di safe house Kedutaan Besar RI (KBRI) Beirut untuk sementara waktu atau dapat mempertimbangkan pergi dari Lebanon. Adapun, terdapat total 203 WNI yang menetap di Lebanon.
“Para WNI diminta meningkatkan kewaspadaan, mempertimbangkan keluar wilayah Lebanon mengingat penerbangan komersial masih beroperasi. Bagi para WNI yang berada di Lebanon Selatan disarankan untuk sementara waktu berlindung di Safe House KBRI Beirut,” ucap Judha dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (1/7).
Baca Juga:ย Iran Desak DK PBB untuk Kecam Serangan Israel ke Beirut
Sementara, Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Aroldo Lazaro mengatakan bahwa pihaknya tengah berkomunikasi dengan Lebanon dan Israel untuk upaya deeskalasi.
“Kami menyesalkan kematian warga sipil, anak-anak kecil dan remaja di Majdal Shams. Warga sipil harus dilindungi setiap saat. Kami mendesak para pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menghentikan baku tembak yang terus berlangsung. Hal itu dapat memicu konflik yang lebih luas yang akan melanda seluruh wilayah dalam bencana yang tak terbayangkan. UNIFIL dan UNSCOL tengah berkomunikasi dengan Lebanon dan Israel,” katanya melansir platform X UNIFIL. (bp)