Jakarta, IDM – Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menegaskan bahwa bergabungnya Ukraina dengan NATO merupakan sebuah ancaman serius sekaligus bentuk ‘deklarasi perang’ terhadap Rusia.
Pernyataan itu muncul usai KTT NATO di Washington pada minggu lalu, di mana aliansi tersebut berjanji untuk tetap mendukung Ukraina memenuhi syarat menuju integrasi penuh dengan NATO, termasuk menjadi anggota.
Baca Juga:ย Semakin Jauh dengan Rusia, Armenia Kembali Gelar Latihan Militer dengan AS
Dilansir dari Reuters, Rabu (17/7), Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan kepada media Argumenty I Fakty bahwa keanggotaan Ukraina akan lebih dari sekedar ancaman langsung terhadap keamanan Rusia.
โIni, pada dasarnya, akan menjadi sebuah deklarasi perang, meskipun dengan penundaan. Tindakan yang dilakukan lawan-lawan Rusia terhadap kami selama bertahun-tahun, memperluas aliansiโฆ membawa NATO ke titik yang tidak bisa kembali lagi,” katanya.
Kendati demikian, Medvedev menyebut Rusia tidak mengancam NATO. Namun, memperingatkan aliansi yang dipimpin Amerika Serikat itu bahwa mempersenjatai Ukraina dapat mengarah pada ‘kiamat nuklir’.
Baca Juga:ย Sekjen PBB: Tak Ada Tempat Aman di Jalur Gaza
โSemakin banyak upaya yang dilakukan, semakin keras pula jawaban kami. Apakah ini akan menghancurkan seluruh planet, ini tergantung pada kehati-hatian pihak (NATO),” ujarnya.
Medvedev merupakan presiden Rusia ketiga sekaligus termuda yang pernah menjabat. Ia pun pernah menjadi perdana menteri Rusia pada 2012-2020. (bp)