Personel AS Didakwa Jual Informasi Rahasia ke Cina

Jakarta, IDM - Seorang sersan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Korbein Schultz didakwa membocorkan informasi rahasia termasuk mengirimkan dokumen sensitif tentang beberapa senjata canggih ke Cina dengan imbalan $42.000.
Dilansir dari BBC, Jumat (8/2), Schultz yang bertugas sebagai analis intelijen di Batalyon Infanteri 506, disebut telah berulang kali menggunakan izin keamanan untuk mengakses dokumen rahasia, yang kemudian diduga dikirim kepada seorang intelijen Cina. Hal itu sudah ia lakukan sejak Juni 2022.
Baca Juga: Swedia Resmi Jadi Anggota NATO ke-32
“Perilaku yang dituduhkan dalam dakwaan ini merupakan pengkhianatan besar terhadap sumpah yang disumpah untuk membela negara kita,” kata Larissa Knapp dari Cabang Keamanan Nasional FBI.
“Alih-alih menjaga informasi pertahanan negara, terdakwa malah bersekongkol dengan warga negara asing untuk menjualnya, sehingga berpotensi membahayakan keamanan nasional kita," jelas Knapp.
Baca Juga: Hadapi Dinamika Geopolitik, Moldova Jalin Kerja Sama Pertahanan dengan Prancis
Kejaksaan AS menjelaskan, beberapa informasi yang diduga diberikan Schultz yaitu sistem hipersonik, studi perkembangan kekuatan militer AS di masa depan, analisis kesiapan militer Cina, hingga rencana AS jika Taiwan diserang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































