Jakarta, IDM โย Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kembali menyerukan perlunya perlindungan segera bagi penduduk sipil di Jalur Gaza, termasuk para staff kemanusiaan. Sebab, hingga kini lingkungan itu masih jauh dari kata aman.
“Perlindungan sangat dibutuhkan bagi penduduk sipil di Gaza, dan juga bagi operasi kemanusiaan. Staf dan aset kemanusiaan harus dilindungi dari segala bentuk serangan kekerasan,” Muhannad Hadi, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah UNSCO, dilansir dari AA, Sabtu (27/7).
Baca Juga:ย Serpihan Drone Rusia ditemukan di Rumania
Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan Dewan Keamanan PBB. Ia menegaskan, jaminan perlindungan bagi warga sipil dan para staf kemanusiaan harus diberikan oleh pihak-pihak yang berkonflik.
“Saat ini PBB tidak dalam posisi untuk memberikan bantuan yang diperlukan bagi orang-orang di Gaza, apalagi untuk meningkatkannya, kecuali jika faktor-faktor tertentu tersedia. Kewajiban untuk menjaga semua staf kemanusiaan adalah salah satu perhatian utama kami. Saat ini, risiko di dalam Gaza tidak dapat diterima,” tegasnya.
Ia pun menyebut ribuan anak telah menjadi korban dengan berbagai luka yang mengerikan seperti luka bakar tingkat tiga, anggota tubuh yang diamputasi hingga trauma mental yang mendalam.
Baca Juga:ย Turki Klaim Telah โNetralisirโ 94 Teroris Kurdi
“Enam ratus dua puluh lima ribu anak telah kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan selama satu tahun penuhโฆ anak tanpa pendidikan adalah anak tanpa masa depan,” imbuhnya.
Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk segera gencatan senjata, telah menghadapi kecaman internasional akibat terus melakukan serangan di Gaza. Otoritas Kesehatan Gaza melaporkan, hampir 39.200 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 90.400 lainnya terluka sejak 7 Oktober tahun lalu. (bp)