NATO Sebut Rusia Intensifkan Serangan Hibrida

Jakarta, IDM – NATO menuduh Rusia berada di balik serangan hibrida yang mencakup tindakan sabotase dan penyebaran disinformasi, usai beberapa orang dituduh bekerja atas nama Rusia dari dalam wilayah aliansi tersebut.
Selama beberapa bulan terakhir, otoritas lokal di Estonia, Jerman, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, dan Inggris telah menyelidiki atau menangkap banyak individu yang dituduh bekerja untuk Rusia. Beberapa kegiatan yang dituduhkan kepada mereka yaitu spionase dan sabotase militer melalui teknologi siber.
Baca Juga: Rusia Pamer Berbagai Alutsista Rampasan Perang Melawan Ukraina
"Insiden ini adalah bagian dari kegiatan intensif yang terus dilakukan Rusia di kawasan Euro-Atlantik, termasuk di wilayah Aliansi melalui proksinya. Hal ini mencakup sabotase, tindakan kekerasan, campur tangan siber dan elektronik, penyebaran disinformasi, dan operasi gabungan lainnya," tulis NATO melalui laman resminya, dilansir pada Jumat (3/5).
Aliansi militer beranggotakan 32 negara itu pun berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama untuk perkuat pertahanan terhadap tindakan hibrida Rusia tersebut, termasuk dengan menggunakan teknologi canggih.
Baca Juga: Korsel Berencana Jalin Kemitraan dengan AUKUS
"Kami mengutuk perilaku Rusia, dan kami menyerukan Rusia untuk menjunjung tinggi kewajiban internasionalnya, seperti yang dilakukan sekutu (NATO). Tindakan Rusia tidak akan menghalangi sekutu untuk terus mendukung Ukraina," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































