Membaca Respons KSAD Soal Penghapusan Larangan Berbisnis Bagi Prajurit TNI Aktif

Jakarta, IDM - Merespons soal usulan dihapusnya larangan berbisnis bagi prajurit TNI aktif dalam draf revisi UU TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menilai jika perlu ada klasifikasi tertentu.
Ia mengatakan, selama tidak mengganggu pekerjaan, mencari tambahan untuk pemasukan perlu menjadi pertimbangan.
“Anggota-anggota kami pun banyak yang ngojek. Selama itu tidak mengganggu pekerjaan, tidak mengganggu orang lain, ya, kenapa harus dilarang-larang hanya untuk menambah-nambah (pemasukan),” ucap Maruli usai gelaran acara penerimaan perwira remaja TNI AD Abiturien Dikmapa PK TNI dan PSDP Penerbang TNI di Mabesad, Jakarta, Senin (22/7).
Baca Juga: Jelang Pilkada Serentak, KSAD: Seluruh Daerah di Indonesia Aman
“Jadi yang klasifikasi mungkin kalau bisa, hal-hal yang seperti ini dibolehkan. Anggota saya banyak loh yang ngojek online untuk nambah-nambah. Terus mau dilarang? Yaudahlah, yang penting hadir, kerja baik, 2-3 jam ngojek kan lumayan. Saya kalau sempat ngojek, ngojek juga. Karena pulangnya malem terus. Gak sempat juga,” sambungnya.
Namun, ia menegaskan, jika bisnis yang dilakukan prajurit aktif ilegal, tentu akan mendapatkan hukuman yang sesuai.
“Kalau ilegal, kita mana berani. Jadi, kalau melanggar aturan laporkan saja,” tegasnya.
Baca Juga: Prajurit TNI AD Modifikasi Mesin Air Pemadam Kebakaran Tanpa BBM
Sebanyak 151 perwira karier dari berbagai latar belakang pendidikan hari ini menghadiri acara penerimaan perwira remaja TNI AD di Mabesad. Perwira-perwira ini nanti akan mendukung satuan-satuan di lapangan.
“Yang punya background psikologi, hukum dan sebagainya. Nantinya mereka akan ditempatkan di seluruh satuan. Di seluruh Indonesia,” kata perwira tinggi lulusan Akmil 92 tersebut.
Sebelumnya ratusan perwira prajurit karier TNI mengikuti upacara pelantikan Prasetya Perwira (Praspa) di Lapangan Mabes TNI, Jakarta, Senin (22/7). Usai resmi dilantik, mereka kemudian diserahkan kepada masing-masing matra untuk menerima pembekalan dan orientasi sebelum menjalankan tugas. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































