Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir TNI AL dan AS bersama Angkatan Darar Jepang dan Singapura melaksanakan drill parsial operasi amfibi, Surabaya, Kamis (7/9).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (8/9), drill dan simulasi ini adalah rangkaian Super Garuda Shield 2023 dan juga prosedur utama yang harus dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel maupun material sebelum latihan.
Baca Juga:ย Panglima TNI Tiba-tiba Muncul di Makostrad, Ada Apa?
Drill tersebut mencakup beberapa materi, yaitu tahap pra-perbuan yang meliputi pendaratan khusus untuk mendukung operasi amfibi, dilanjutkan dengan materi operasi pendaratan amfibi serta penyelesaian sasaran.
Kegiatan ini kesempatan yang baik bagi prajurit Marinir TNI AL untuk memperluas koneksi, berbagi ilmu, dan berkomunikasi serta menjalin hubungan bilateral antar-negara, agar saat pelaksanaan pendaratan amfibi nantinya terjalin sinergri dan kerja sama yang baik.
Selain itu, drill parsial ini juga bertujuan melatih dan mempersiapkan seluruh komponen Amphibious Exercises WG yang tergabung dalam Super Garuda Shield 2023 agar dapat memberikan kemampuan dan teknik pertempuran dengan sebaik-baiknya di medan sesungguhnya.
Baca Juga:ย TNI AL Resmikan Dua Kapal PC 60 Meter di Batam, Ini Spesifikasinya
Sebelumnya, latihan puncak Super Garuda Shield 2023 bakal berlangsung selama tiga hari, yakni 8-10 September. Rangkaian operasi militer yang digelar menjelang penutupan latihan tersebut akan dilakukan di beberapa tempat.
Pada 8 September, akan ada operasi lintas udara di Grati, Pasuruan. Kemudian 9 September akan dilakuan operasi perebutan bandara di Blimbingsari, Banyuwangi. Lalu, pada 10 September operasi akan berfokus pada pendaratan amfibi di Banongan, Situbundo. (at)