Luncurkan Satelit Pengintai Militer, Presiden Korut: Hak Bela Diri

Jakarta, IDM - Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengatakan bahwa peluncuran satelit pengintai beberapa waktu lalu merupakan wujud hak untuk membela diri. Pernyataan itu diungkapkan usai Korea Selatan (Korsel) menangguhkan sebagian perjanjian militer antar-Korea atas peluncuran tersebut.
Dilansir dari KCNA, laman resmi pemerintah Korut, Jumat (24/11), Kim mengunjungi Badan Teknologi Dirgantara Nasional ( National Aerospace Technology Administration ) untuk memberikan selamat kepada para ilmuwan dan teknisi luar angkasa atas pencapaian mereka. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan peristiwa yang 'membuka mata' dalam menghadapi tindakan berbahaya dan agresif dari kekuatan asing.
Baca Juga: AS Lakukan Serangan Balasan Terhadap Militan di Irak
"Peluncuran satelit pengintai merupakan peristiwa yang membuka mata untuk terus-menerus memahami niat militer dan pergerakan kekuatan musuh," katanya.
Selain itu, ia menegaskan pihaknya akan terus meningkat kemampuan militer termasuk mengembangkan satelit pengintai lainnya sebagai bentuk 'membela diri'.
Baca Juga: Tanggapi Provokasi Korut, Korsel Menangguhkan Perjanjian Militer Antar-Korea
“Kepemilikan satelit pengintai adalah perwujudan hak untuk membela diri. Angkatan Bersenjata Korut tidak boleh menyerah sedikit pun atau berhenti bahkan untuk sesaat pun,” ujarnya.
Peluncuran satelit Korut akhirnya berhasil usai gagal dua kali uji coba. Sementara, Korsel mengecam tindakan konfrontatif Korut dan menangguhkan sebagian perjanjian militer antara keduanya, yang melarang penembakan alutsista di Zona Demiliterisasi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































