Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Narkoba di Bakauheni

Jakarta, IDM - Personel Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) BKO Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sekitar 70 kilogram di area pemeriksaan Seaport Interdiction, Bakauheni Lampung Selatan, Minggu (10/3).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (12/3), kronologi bermula ketika pada hari itu sekitar pukul 08.00 WIB, anggota BKO Lanal Lampung bersama KSKP Kepolisian Bakauheni menghentikan kendaraan Inova putih dan hitam untuk diperiksa, sebelum masuk pelabuhan penyeberangan Bakauheni.
Baca Juga: April 2024, ASN Bisa Diisi Pejabat TNI-Polri
Setelah diperiksa, ditemukan narkotika jenis sabu dengan jumlah lebih kurang 70 kilogram di dalam mobil Inova putih.

Selanjutnya, anggota BKO Lanal Lampung dibantu KSKP menangkap terduga tersangka sebanyak tiga orang, yaitu IA, Ry dan Sr yang seluruhnya berasal dari Aceh.
Baca Juga: Bertemu Menhan Prabowo, Iran Tawarkan Beasiswa Doktoral Bidang Pertahanan untuk Perwira TNI
Ketiga terduga tersangka beserta barang bukti dibawa ke kantor KSKP Bakauheni. Dari kantor KSKP Bakauheni, tim Bareskrim Mabes Polri membawa tersangka dan barang bukti Sabu serta dua kendaraan Inova ke jakarta untuk pengembangan lebih lanjut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































