Korsel Temukan Sampah Plastik Hingga Parasit dalam Balon yang Dikirim Korut

Jakarta, IDM – Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa terdapat berbagai jenis sampah hingga parasit di dalam plastik yang dikirim melalui balon oleh Korea Utara (Korut) pada beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Korut telah menerbangkan balon-balon yang membawa sampah sejak ke Korsel sejak Mei lalu. Pemerintah Korsel pun telah mengerahkan unit khusus untuk mendeteksi kemungkinan bahan kimia dan biologi berbahaya untuk memeriksa sampah tersebut.
Baca Juga: Membaca Makna Keakraban Rusia-Korut
Berdasarkan hasil analisis, Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan sampah itu terdiri dari banyak kertas dan kain bekas hingga parasit seperti cacing dalam pupuk, yang diyakini menggunakan kotoran manusia.
“Banyak parasit, seperti cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing kremi, ditemukan terdapat di sampah,” katanya.
Baca Juga: Korut Kritik AS yang Terus Dukung Ukraina
Korut telah mengirimkan lebih dari 1.000 balon pembawa sampah ke Korsel dalam beberapa kesempatan sebagai tindakan balasan. Para aktivis Korsel disebut seringkali mengirim selebaran anti-Pyongyang melalui balon-balon serupa. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































