Jakarta, IDM โย KRI RE Martadinata-331 menggelar latihan peperangan antikapal selam (combined antisubmarine exercise) 4A, dalam pelayarannya menuju Hawaii, Amerika Serikat untuk mengikuti Rim Of The Pacific (Rimpac) 2024.
Kapal perang yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Adam Tjahja S itu berlatih peperangan antikapal selam di Samudra Pasifik, Rabu (19/6). Latihan bertujuan mendeteksi, mengklasifikasi, plot, dan menyerang kapal selam musuh.
“Serta prosedur pelaporan dan pengendalian pada saat peperangan antikapal selam,” ujar Adam, dikutip dari laman TNI AL.
Baca Juga:ย Selama Sepekan, KRI Soeharso Dukung Latihan Pelayaran Wira Jala Yudha 2024
Ia melanjutkan, melalui latihan tersebut diharapkan dapat mengasah naluri pertempuran laut, khususnya seputar peperangan kapal selam yang akan diaplikasikan pada latihan Rimpac 2024 yang akan dilaksanakan mulai 26 Juni-2 Agustus.
“Keikutsertaan TNI AL pada Rimpac 2024 bertujuan meningkatkan hubungan kerja sama antarnegara, menunjukkan eksistensi TNI AL dalam hubungan militer internasional dan meningkatkan operasi laut jarak jauh,” jelas Adam.
“Kemudian, meningkatkan kemampuan TNI AL dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” pungkasnya.
Baca Juga: Menko Polhukam Minta TNI Kerahkan Babinsa Berantas Rekening Judi Online di Masyarakat
Sebelumnya, KRI RE Martadinata bersama 183 personel Satgas Latihan Bersama Rimpac 2024 bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, Jumat (31/5) menuju Hawaii, Amerika Serikat. Ratusan personel tersebut terdiri dari 128 awak KRI, 5 staf latihan, 43 prajurit Marinir, dan 7 prajurit Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska).
Adapun Rimpac merupakan latihan yang diselenggarakan Angkatan Laut AS (US Navy) dan Pasukan Korps Marinir AS, Pasifik (US Marine Force Pacific) dengan melibatkan angkatan laut dari sejumlah negara di kawasan Indo-Pasifik dan bahkan pengamat (observer) dari angkatan laut negara-negara dari Eropa.
Pada tahun ini, Rimpac ke-29 akan digelar di Hawaii, Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 27 Juni-2 Agustus. Latihan bersama ini adalah salah satu sarana untuk uji doktrin, taktik, dan prosedur peperangan laut yang terbaru, khususnya dalam operasi laut gabungan dan amfibi. (at)