Jakarta, IDM โ Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin apel kesiapan pasukan TNI AL menjelang HUT ke-79 TNI, Jakarta, Selasa (24/9).
Pada kesempatan tersebut, Ali menekankan kepada seluruh pasukan untuk memastikan seluruh perlengkapan, seperti pakaian dan peralatan serta penampilan dalam kondisi terbaik saat HUT ke-79 TNI yang akan digelar di Silang Monas, Jakarta pada 5 Oktober mendatang.
Baca Juga: Brigjen Nadir Lepas Jabatan Danpasmar 2, Naik Jadi Wadan Kormar
“Penampilan yang rapi dan perlengkapan yang siap adalah bagian dari disiplin dan kesiapsiagaan seorang prajurit Jalasena,” ujar Ali, dikutip dari keterangan Dispenal.
Dia mengatakan upacara HUT ke-79 TNI nantinya bukan sekadar seremonial, tetapi juga untuk menunjukkan kepada bangsa bahwa TNI AL selalu siap dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara.
Baca Juga: Soal Proses Pembangunan Kapal Selam dan Fregat Merah Putih, Dirut PT PAL: Masih dalam Proses
“Upacara ini jadi cerminan profesionalisme, disiplin, dan dedikasi kita sebagai prajurit,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Ali, momen upacara HUT ke-79 TNI kali ini juga istimewa dikarenakan menjelang pergantian Presiden RI, pada 20 Oktober mendatang dari masa kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) kepada Prabowo Subianto.
“Selama kepemimpinan, bapak Presiden Joko Widodo telah memberikan banyak pengabdian dan dedikasi untuk bangsa ini,” ucap Ali.
Baca Juga: KRI Bima Suci Lanjutkan Etape Kedelapan Pelayaran KJK 2024 ke Jepang
Adapun TNI mengerahkan puluhan prajurit untuk puncak perayaan HUT ke-79 TNI di Jakarta. Matra laut tercatat melibatkan lebih dari 4.500 prajurit, sedangkan matra udara sebanyak 4.851 prajurit yang berasal dari Polisi Militer TNI AU (Pomau), Wanita TNI AU (Wara), penerbang, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), dan Swa Bhuwana Paksa.
Sementara matra darat mempersiapkan sebanyak 56.900 prajurit dari berbagai satuan di wilayah Pulau Jawa. Sekitar 1.918 di antaranya tergabung dalam pasukan defile yang terdiri atas 204 dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), 206 dari Polisi Militer TNI AD (Pomad), 504 prajurit TNI AD dari Kopassus, 502 dari Kostrad, dan 502 lainnya dari Kodam Jaya. (at)