INTERNASIONAL

Dukung Filipina, Swedia Tegaskan Pentingnya Jaga Stabilitas Keamanan di Laut Cina Selatan

Menhan Swedia Pål Jonson
Menhan Swedia Pål Jonson (Foto: Dok. X/Pål Jonson)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Swedia Pål Jonson mengaku khawatir atas insiden manuver berbahaya yang dilakukan Cina terhadap kapal-kapal Filipina di Laut Cina Selatan. Menurutnya, hal itu merusak stabilitas keamanan di kawasan.

Dilansir dari AP, Jumat (7/6), hal itu ia ungkapkan usai bertemu dengan Menhan Filipina Gilberto Teodoro Jr. dan membahas perluasan kerja sama pertahanan. Filipina dikabarkan sedang berupaya mengakuisisi pesawat tempur supersonik dan Swedia termasuk dalam salah satu pilihan.

Baca Juga: Kapal Selam Bertenaga Nuklir Rusia akan Kunjungi Kuba

“Saya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas manuver berbahaya yang berulang kali dilakukan terhadap kapal Filipina yang terjadi di Laut Filipina Barat dan Laut Cina Selatan,” kata Jonson.

Laut Filipina Barat merupakan sebutan Filipina untuk Zona Ekonomi Eksklusifnya di Laut Cina Selatan, yang juga diklaim sepihak oleh Cina. Pada insiden terbaru Minggu lalu, Cina menembakkan meriam air dan merusak kapal-kapal Filipina. Tindakan itu pun telah memperburuk hubungan diplomatik antara keduanya.

Baca Juga: Jerman akan Beli 20 Pesawat Tempur Eurofighter

“Tindakan ini membahayakan nyawa manusia, merusak stabilitas regional dan hukum internasional, serta mengancam keamanan di kawasan dan sekitarnya. Ini bukan hanya ancaman terhadap keamanan nasional Anda, tetapi juga ancaman terhadap keamanan global kita bersama,” ujar Jonson.

Ia pun menegaskan, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut dan peraturan internasional serupa lainnya yang bertujuan untuk melindungi warga sipil di laut harus dihormati tanpa terkecuali. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.